Wilayah pedesaan selalu dicirikan dengan rendahnya tingkat produktivitas kerja, tingginya tingkat kemiskinan, dan rendahnya kualitas hidup dan pemukiman. Pedesaan dianggap sebagai daerah yang tertinggal, miskin, dan pembangunannya lambat karena jauh dari pusat pemerintahan. Padahal sebenarnya kawasan pedesaan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, hanya saja belum dimanfaatkan dengan maksimal. Masyarakat desa masih menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian, dan bergantung pada alam atau musim. Pengembangan potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya masih sangat minim. Hal tersebut dilatar belakangi oleh faktor pendidikan yang rendah, minimnya modal untuk pengembangan, dan anggapan bahwa masyarakat desa adalah masyarakat yang miskin yang hidup dengan sederhana dan kemiskinan tersebut merupakan warisan dari nenek moyangnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Analisis Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola
Analisis tentang "Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola". Oleh : Juhriah Hasibuan Nim : 17201000...
-
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh buat kawan-kawan sumua, semoga kita semua dalam lindungan Allah Swt Amin. Puasa Tarwiyah dan Pu...
-
Wilayah pedesaan selalu dicirikan dengan rendahnya tingkat produktivitas kerja, tingginya tingkat kemiskinan, dan rendahnya kualitas hidup d...
-
Shalat Idul Adha termasuk sunah di hari raya Idul Adha 2020 yang bisa dilakukan umat muslim Meski termasuk ibadah sunah, masih ada banyak pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar